728x90 AdSpace

Kifli Mengadu Nasib di Jakarta

Muhammad Dzulkifli
Aceh Library Consultant l Lahir di sebuah desa di kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe dari pasangan (Alm) Rusli dan (Almh) Alianis dengan nama Muhammad Zulkifli. Ayahnya mantan kuli bangunan yang kemudian menjadi pengusaha kain di Padang, Sumatera Barat Indonesia. 

Pria kelahiran Lhokseumawe 30 Juli 1993 yang berwajah blasteran berdarah campuran Padang Aceh (PA) ini sejak kecil sudah di tinggal oleh Ibundanya. Pada usia 3 tahun Ibundanya harus pergi menghadap sang Illahi, Kifli kecil pun diasuh oleh Nur Aini kakak kandung ayahnya.

Namun, walaupun kesehariannya tanpa kehadiran seorang ibu. Kifli kecil tetap masih mampu tersenyum dan mendapatkan kasih sayang dari seorang Ibu. Baginya kasih sayang dan perhatian yang diberikan Ayah, Nur Aini (kakak Ayahnya), kakak dan Abang-abangnya setidaknya telah mampu mengantikan sedikit kerinduan pada almarhumah Ibundanya.
 
"Mereka semua harta yang paling berharga dalam hidupku, karena saya yakin tidak semua orang beruntung dan mendapatkan kasih sayang dari ibu kandungnya. Begitu juga yang saya alami",kenang Kifli.
 
Bagi Kifli, sosok ayahnya seorang yang sangat keras dan begitu disiplin. Pernah suatu hari, kenang Kifli ia bolos sekolah dan tidak pergi ngaji, ayah sangat marah dan memukulnya. Walaupun sifat ayahnya begitu keras dan disiplin dalam mendidiknya, namun kelak ia menyadari bahwa didikan keras inilah yang menjadi bekal baginya untuk merantau ke kota Metropolitan, Jakarta.

"Saya bukan anak manja, konflik Aceh dan didikan orang tua membuat saya tegar dan tidak berputus asa atas takdir. Sebelum ayah meninggal beliau juga berpesan hanya kerja keras yang bisa mengubah nasib seseorang",kenang kifli saat dihubungi tim www.alc.or.id

Mengadu nasib ditanah para perantau

Semenjak lulus kuliah di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. Lulusan prodi S1 Ilmu Perpustakaan ini bertekad mengubah nasib dengan mencari pekerjaan di Ibu Kota, Jakarta.

Keinginan untuk mencoba keberuntungan dan memilih untuk bersaing dengan puluhan ribu perantau lainnyanya di Kota Jakarta terpaksa harus dilakoninya demi mewujudkan cita-cita dan membahagiakan kedua orang tua dan keluarganya.
 
" Banyak perantau di Jakarta, ada yang sukses, ada yang tidak. Hanya kerja keras yang bisa mengubah nasib seseorang. Untuk sementara saya jualan baju di Toko Abang (Tangerang), Insya Allah kalau Allah mengizinkan dan ada rejeki akan melanjutkan S2",harapnya

Dimata sahabatnya, Kifli dikenal dengan kesetiaan dan kesungguhannya. Berbagai aktifitas sosial sudah dia lakoni mulai dari jualan, pasang spanduk, bedah perpustakaan dan yang terakhir menjadi duta Aceh Library Consultant di Jakarta.

Bagaimana kisah Kifli selanjutnya, Apakah mampu bertahan di Kota Jakarta atau tereliminasi dan harus pulang, nantikan cerita selanjutnya di www.alc.or.id [412]
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Post a Comment

Item Reviewed: Kifli Mengadu Nasib di Jakarta Rating: 5 Reviewed By: hhh